Minggu, 22 Mei 2016

The Battle of Monte Cassino

Selamat siang semua kami akan posting ttg Pertempuran Monte Kasino di Italia saat Perang Dunia II ditahun 1944

Pertempuran Monte Cassino (juga dikenal sebagai Pertempuran untuk Roma dan Pertempuran untuk Cassino) adalah sebuah empat rangkaian serangan yang dilakukan oleh Sekutu melawan Garis Musim Dingin di Italia yang dibentuk oleh pasukan Blok Poros pada saat Kampanye Italia Perang Dunia Kedua. Pasukan Polandia akhirnya mengibarkan bendera mereka di reruntuhan biara kuno Monte Cassino, Italia, setelah berhasil menaklukan pasukan Jerman. Tempat itu merupakan salah satu benteng pertahanan Jerman semasa Perang Dunia Kedua.
Polandia - yang bergabung dengan Pasukan Sekutu pimpinan Amerika Serikat (AS) dan Inggris - bergerak ke arah biara yang berada di atas bukit itu pada pagi hari. Mereka baru bergerak enam hari setelah Sekutu membombardir salah satu pos strategis pertahanan Jerman di fron Barat, yang dikenal dengan nama "Jalur Gustav."
Sebelumnya, pasukan Inggris telah menguasai kota Cassino yang terletak di kaki bukit tempat biara itu berada. Setelah bombardir selama empat bulan, Sekutu akhirnya berhasil menaklukan pertahanan Jerman di Cassino dan, puncaknya, Monte Cassino.
Polandia tidak sendiri saat menyerbu Monte Cassino. Mereka pun dibantu oleh pasukan dari Inggris, Kanada, India dan Prancis.
sumber: Wikipedia

Kamis, 19 Mei 2016

Perang Enam Hari

Selamat sore Komerad... kali ini kami akan membahas tentang Perang Enam Hari

Tank Centurion Israel
Perang Enam Hari (bahasa Ibrani: מלחמת ששת הימים Milkhemet Sheshet HaYamim, bahasa Arab: حرب الأيام الستة ħarb al-'ayyam as-sittah), juga dikenali sebagai Perang Arab-Israel 1967, merupakan peperangan antara Israel menghadapi gabungan tiga negara Arab, yaitu Mesir, Yordania, dan Suriah, dan ketiganya juga mendapatkan bantuan aktif dari Irak, Kuwait, Arab Saudi, Sudan dan Aljazair. Perang tersebut berlangsung selama 132 jam 30 menit (kurang dari enam hari), hanya di front Suriah saja perang berlangsung enam hari penuh.
Pada bulan Mei tahun 1967, Mesir mengusir United Nations Emergency Force (UNEF) dari Semenanjung Sinai; ketika itu UNEF telah berpatroli di sana sejak tahun 1957 (yang disebabkan oleh invasi atas Semenanjung Sinai oleh Israel tahun 1956). Mesir mempersiapkan 1.000 tank dan 100.000 pasukan di perbatasan dan memblokade Selat Tiran (pintu masuk menuju Teluk Aqaba) terhadap kapal Israel dan memanggil negara-negara Arab lainnya untuk bersatu melawan Israel. Pada tanggal 5 Juni 1967, Israel melancarkan serangan terhadap pangkalan angkatan udara Mesir karena takut akan terjadinya invasi oleh Mesir. Yordania lalu menyerang Yerusalem Barat dan Netanya. Pada akhir perang, Israel merebut Yerusalem Timur, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan. Hasil dari perang ini memengaruhi geopolitik kawasan Timur Tengah sampai hari ini.
Perang ini disebabkan oleh ketidakpuasan orang Arab atas kekalahannya dalam Perang Arab-Israel tahun 1948 dan 1956. Pada saat terjadinya Krisis Suez tahun 1956, walaupun Mesir kalah, namun mereka menang dalam hal politik. Tekanan diplomatik dari Amerika Serikat dan Uni Soviet memaksa Israel untuk mundur dari Semenanjung Sinai. Setelah perang tahun 1956, Mesir setuju atas keberadaan pasukan perdamaian PBB di Sinai, UNEF, untuk memastikan kawasan tersebut bebas tentara dan juga menghalangi gerilyawan yang akan menyebrang ke Israel, sehingga perdamaian antara Mesir dan Israel terwujud untuk sesaat.
Perang tahun 1956 menyebabkan kembalinya keseimbangan yang tidak pasti, karena tidak ada penyelesaian atau resolusi tetap mengenai masalah-masalah di wilayah itu. Pada masa itu, tidak ada negara-negara Arab yang mengakui kedaulatan Israel. Suriah yang bersekutu dengan blok Soviet mulai mengirim gerilyawan ke Israel pada awal tahun 1960-an sebagai bagian dari "perang pembebasan rakyat", dalam rangka untuk mencegah perlawanan domestik terhadap partai Ba'ath[7] Selain itu, negara-negara Arab juga mendorong gerilyawan Palestina menyerang sasaran-sasaran Israel.
.

Selasa, 17 Mei 2016

Yom Kippur War (1973)

Selamat malam komerad.....
kami akan mempost tentang Perang Yom Kippur di Timur Tengah pada tahun 1973
Tentara Mesir sedang menyebrangi Terusan Suez


Perang Yom Kippur, dikenal juga dengan nama Perang
Ramadan atau Perang Oktober (bahasa Ibrani: מלחמת יום הכיפורים Milẖemet Yom HaKipurim atau מלחמת יום כיפור Milẖemet Yom Kipur; bahasa Arab: حرب أكتوبر ḥarb ʾUktōbar atau حرب تشرين ḥarb Tišrīn) adalah perang yang terjadi pada tanggal 6 - 26 Oktober 1973 antara negara Israel yang dikeroyok oleh koalisi negara-negara arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah.
Perang ini berakhir dengan kekalahan negara-negara arab.
Pada tanggal 6 Oktober 1973, pada hari Yom Kippur, hari raya Yahudi yang paling besar, ketika orang-orang Israel sedang khusyuk merayakannya, yang juga bertepatan dengan bulan Ramadan bagi ummat Islam sehingga dinamakan "Perang Ramadan 1973", Suriah, Libya dan Mesir menyerbu Israel secara tiba-tiba. Di dataran tinggi Golan, garis pertahanan Israel yang hanya berjumlah 180 tank harus berhadapan dengan 1400 tank Suriah. Sedangkan di terusan Suez, kurang dari 500 prajurit Israel berhadapan dengan 80.000 prajurit Mesir.
Mesir mengambil pelajaran pada Perang Enam Hari pada tahun 1967 tentang lemahnya pertahanan udara sehingga saat itu 3/4 kekuatan udara Mesir hancur total sementara Suriah masih dapat memberikan perlawanan. Sadar bahwa armada pesawat tempur Mesir masih banyak menggunakan teknologi lama dibandingkan Israel, Mesir akhirnya menerapkan strategi payung udara dengan menggunakan rudal dan meriam anti serangan udara bergerak yang jarak tembaknya dipadukan. Angkatan udara Israel akhirnya kewalahan bahkan banyak yang menjadi korban karena berusaha menembus "jaring-jaring" pertahanan udara itu.
Pada permulaan perang, Israel terpaksa menarik mundur pasukannya. Tetapi setelah memobilisasi tentara cadangan, mereka bisa memukul tentara invasi sampai jauh di Mesir dan Suriah. Israel berhasil "menjinakkan" payung udara Mesir yang ternyata lambat dalam mengiringi gerak maju pasukkannya, dengan langsung mengisi celah (gap) antara payung udara dengan pasukan yang sudah berada lebih jauh di depan. Akibatnya beberapa divisi Mesir terjebak bahkan kehabisan perbekalan. Sementara di front timur, Israel berhasil menahan serangan lapis baja Suriah.
Melihat Mesir mengalami kekalahan, Uni Soviet tidak tinggal diam. Melihat tindakan Uni Soviet, Amerika Serikat segera mempersiapkan kekuatannya. Kemudian, Raja Faisal bin Abdul Aziz dari Arab Saudi mengumumkan pembatasan produksi minyak. Krisis energi muncul dan negara negara industri kewalahan lantaran harga minyak dunia membumbung tinggi. Dua minggu setelah perang dimulai, Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat dan mengeluarkan resolusi 339 serta gencatan senjata dan dengan ini mencegah kekalahan total Mesir.
Secara total 2.688 tentara Israel tewas dan kurang lebih 7.000 orang cedera, 314 tentara Israel dijadikan tawanan perang dan puluhan tentara Israel hilang (17 di antaranya bahkan sampai tahun 2003 belum ditemukan). Tentara Israel kehilangan 102 pesawat tempur dan kurang lebih 800 tank. Di sisi Mesir dan Suriah 35.000 tentara tewas dan lebih dari 15.000 cedera. 8300 tentara ditawan. Angkatan Udara Mesir kehilangan 235 pesawat tempur dan Suriah 135.

Selamat Malam Komerad............

pemberitahuan saja kami sudah punya OA (official Account) LINE, yang ingin lebih dekat dengan admin silahkan kunjungi Official Account kami di LINE

ID LINE= @bmv9524d

silahkan di invite dengan menggunakan "@" ya\

terima kasih

Minggu, 08 Mei 2016

Halo Semua.....

Kami lagi open Request nih.... mau tau caranya. coba lihat pojok kanan. (bagi pengguna Android caranya buka versi web di bawah lalu sama kayak komputer)

caranya:
-arahkan pointernya ke Hubungi kami form di pojok kanan dibawah post yang paling disukai

- tulis nama, email, dan nomer telefon

-tuliskan pesan/request kamu

- pilih tujuannya memberikan masukan

-lalu klik send email

-tunggulah postingan  yang kalian requestin

terima kasih

admin

Penyerangan Pearl Harbor

7 desember 1941 serangan Angkatan udara sekaligus angkatan laut kekaisaran jepang, jepang menyerang pearl harbor karena Embargo minyak AS terhadap jepang... jadi itu ada Pernyataan perang secara tidak langsung..

Tanggal 26 November 1941 sebuah armada Jepang yang terdiri dari 6 Kapal Induk, 2 Kapal Perang, 2 penjelajah Berat, 1 Penjelajah Ringan 9 Perusak (Destroyer) dan 8 Tanker meninggalkan Teluk Hitokkapu, Kepulauan Kuril. Armada ini di pimpin oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo berlayar ke Pearl Harbor tanpa ada Hubungan Radio (Radio Silence)


Pagi hari 7 Desember 1941 Ratusan Pesawat tempur, pengebom tukik dan Pembawa torpedo (414 pesawat) dari ke-Enam kapal Induk, dan mengebom Pangkalan Militer Angkatan Laut Amerika Serikat PEARL HARBOUR,di kepulauan Hawaii tepatnya di Honolulu

Barisan Kapal Perang
Kebanyakan kapal tempur yang berlabuh di Pearl Harbor termasuk "Barisan Kapal Tempur" di musnahkan. dan hampir semua Pesawat udara yang terparkir di bandara Hickam hancur. beberapa pilot selamat dan bertempur, 12 Kapal perang dan kapal lainnya berhasil di Tenggelamkan atau Rusak, 188 Pesawat Hancur 155 Rusak dan 2.403 orang Amerika Serikat terbunuh

Kapal Perang USS Arizona diledakkan di Ruang Peluru oleh bom dari pesawat jepang yang mengakibatkan 1.100 orang terbunuh, dan hampir separuh orang amerika yang tewas

Tembakan Pertama Amerika dilepaskan pada Perang Dunia II

Kapal Perang USS Arizona Meledak oleh bom di ruang peluru
Strategi Jepang adalah (lihat gambar)
Strategi Jepang

Akibatnya
8 Desember 1941 Kongres AS menyatakan Perang atas Jepang. Presiden Amerika saat itu Franklin Delano Roosevelt mentandatangani pernyataan perang tak lama kemudian

sumber: - 

Penyebab Uni Soviet Runtuh (Soviet Union is Collapse)

oke kita ngeposting lagi ada yang request

Boris Yeltsin di Tanknya... Moscow
Mikhail Gorbachev menyadari bahwa penerapan marxisme telah menyeret negara ke ambang kemunduran. Sistem politik yang dijalankan itu ternyata gagal membawa Uni Soviet ke dalam kehidupan yang makmur seperti di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, sejak berkuasa, Gorbachev menghadapi tantangan kemacetan ekonomi yang tidakboleh dibiarkan berlarut-larut. la ingin memulihkan kondisi politik dan ekonomi Uni Soviet melalui suatu reformasi.
Untuk merealisasikan ambisinya, Gorbachev melontarkan ide reformasi berupa perestroika, glasnot, dan demokratisasi.
1. Perestroika, yaitu menata kembali berbagai kebijakan di semua bidang kehidupan.
2. Glasnot bermakna membuka diri dari pergaulan internasional dan memperluas partisipasi masyarakat dalam negara.
3. Demokratisasi, yakni memperlakukan sama terhadap semua warga negara untuk menyampaikan gagasan atau pandangan terhadap semua kebijakan pemerintahan.
Melalui reformasi politik dan ekonomi, Gorbachev berusaha membawa Uni Soviet kepada kehidupan yang lebih baik. Sejak diterapkan ide pembaharuan, tumbuh suatu suasana yang makin hidup di Uni Soviet. Akan tetapi di lain pihak, kebijakan Gorbachev menimbulkan dampak yang tidak diduga sebelumnya. Pertentangan sosial dalam masyarakat muncul. Bahkan di era reformasi itu lahir kelompok-kelompok masyarakat yang satu sama lainnya bersaing memperebutkan pengaruh dan kekuasaan, yaitu kelompok moderat, konservatif, dan radikal.
1. Kelompok moderat, yakni kelompok yang menyetujui reformasi tetapi tetap menjalankan komunisme yang disempurnakan.
2. Kelompok konservatif, yakni kelompok yang menentang reformasi dan ingin mempertahankan komunisme.
3. Kelompok radikal, yakni kelompok yang mendukung reformasi, tetapi ingin meninggalkan komunisme.
Pada tanggal 19 Agustus 1991 kelompok konservatif di bawah pimpinan Wakil Presiden Gennadi Yanayev melancarkan kudeta terhadap Gorbachev. Akan tetapi usaha perebutan kekuasaan ini dapat digagalkan Boris Yeltsin, pemimpin kelompok radikal. Gorbachev dapat diselamatkan dan nama Yeltsin mulai melambung di pentas politik Uni Soviet.
Gorbachev memang selamat dari kudeta, tetapi ia menghadapi kesulitan ekonomi dalam negeri yang makin parah. Selain itu, kelompok militer mulai terpecah-pecah dan negara-negara bagian semakin banyak yang menuntut kemerdekaan. Pada saat itulah seakan-akan timbul kekosongan pimpinan pusat dan negara berada dalam vacuum of power. Apalagi hal ini kemudian disusul dengan pernyataan pengunduran diri Gorbachev sebagai Sekjen PKUS dan sekaligus mengeluarkan dekrit pembubaran PKUS pada 24 Agustus 1991.
Sehari sesudah peristiwa itu, Boris Yeltsin mengambil alih kekuasaan. Sayang sekali tindakan Boris Yeltsin tidak didukung semua negara bagian di Uni Soviet. Mereka malahan dengan leluasa dapat melepaskan diri dari Uni Soviet. Akibatnya, runtuhlah negara adidaya yang telah dibangun dengan susah payah itu. Secara resmi, pembubaran Uni Soviet berlangsung pada 8 Desember 1991. Bendera Uni Soviet diturunkan dan dikibarkanlah bendera Rusia. Selanjutnya, negara-negara bekas Uni Soviet mengikat diri dalam organisasi Commonwealth of Independent States (CIS) di bawah pimpinan Rusia.
Apakah yang menyebabkan runtuhnya Uni Soviet?Ada beberapa hal yang dianggap menjadi faktor penyebab keruntuhan Uni Soviet.
1. Sistem marxisme-komunisme ternyata tidak memiliki kontrol efektif terhadap bidang politik dan ekonomi.
2. Marxisme-komunisme tidak memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan.
3. Perubahan sistem pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi telah memberi peluang kepada negara-negara bagian untuk melepaskan diri dari Uni Soviet.
4. Sistem ekonomi pasar telah mengundang masuknya liberalisme dan kapitalisme yang bertentangan dengan komunisme.
5. Kaum buruh yang merupakan andalan marxisme-komunisme ternyata lebih memihak kapitalisme yang memberikan kebebasan untuk memiliki sesuatu daripada komunis yang tidak mengakui hak individu.