Sabtu, 14 Maret 2020

Napoleon Bonaparte

Kaisar Napoleon Bonaparte (Napoléon Bonaparte). nama lahir "Napoleone di Buonaparte". (15 Agustus 1769 – 5 Mei 1821) adalah seorang pemimpin militer dan politik Prancis yang menjadi terkenal saat Perang Revolusioner. Sebagai Napoleon I, dia adalah Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814, dan kembali pada tahun 1815. Napoleon berasal dari sebuah keluarga bangsawan lokal dengan nama Napoleone di Buonaparte (dalam bahasa Korsika Nabolione atau Nabulione).

Napoleon memiliki pengaruh yang besar terhadap persoalan-persoalan Eropa selama lebih dari satu dasawarsa ketika memimpin Prancis melawan koalisi dalam Perang-Perang Napoleonis. Ia memenangkan kebanyakan dari perang-perang ini dan hampir semua pertempuran-pertempurannya, dengan cepat memperoleh kendali Eropa kontinental sebelum kekalahan terakhirnya pada tahun 1815. Karena merupakan salah seorang panglima terhebat dalam sejarah, kampanye-kampanyenya dipelajari di sekolah-sekolah militer di seluruh dunia dan ia tetap salah satu tokoh politik yang paling terkenal dan memicu perdebatan dalam sejarah Barat.
Dalam persoalan-persoalan sipil, Napoleon mempunyai sebuah pengaruh yang besar dan lama dengan membawa pembaruan liberal ke negara-negara yang ia taklukkan, terutama ke Negara-Negara Rendah, Swiss, Italia, dan sebagian besar Jerman. Ia melaksanakan kebijakan-kebijakan liberal pokok di Prancis dan di seluruh Eropa Barat. Prestasi hukumnya yang kekal adalah Kitab Undang-undang Napoleon, yang telah digunakan dalam berbagai bentuk oleh seperempat sistem hukum dunia, dari Jepang sampai Quebec.
Ia menjadi siswa di Akademi Militer Brienne tahun 1779 pada usia 10 tahun, kecerdasannya membuat Napoleon lulus akademi di usia 15 tahun. Karier militernya menanjak pesat setelah dia berhasil menumpas kerusuhan yang dimotori kaum pendukung royalis dengan cara yang sangat mengejutkan: menembakkan meriam di kota Paris dari atas menara. Peristiwa itu terjadi tahun 1795 saat Napoleon berusia 26 tahun. Berbagai perang yang dimenangkannya diantaranya melawan Austria dan Prusia.
Ia menjadi siswa di Akademi Militer Brienne tahun 1779 pada usia 10 tahun, kecerdasannya membuat Napoleon lulus akademi di usia 15 tahun. Karier militernya menanjak pesat setelah dia berhasil menumpas kerusuhan yang dimotori kaum pendukung royalis dengan cara yang sangat mengejutkan: menembakkan meriam di kota Paris dari atas menara. Peristiwa itu terjadi tahun 1795 saat Napoleon berusia 26 tahun. Berbagai perang yang dimenangkannya diantaranya melawan Austria dan Prusia.
Pada masa kejayaannya, Napoleon Bonaparte menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi maupun peperangan. Diantaranya adalah Belanda dengan diangkatnya adiknya Louis Napoleon, Spanyol dengan diangkatnya Joseph Napoleon, Swedia dengan diangkatnya Jenderal Bernadotte sebagai raja yang kemudian melakukan pengkhianatan, sebagian besar wilayah Italia yang direbut dari Austria dan Polandia dengan diangkatnya Joseph Poniatowski sebagai wali negara Polandia.

Referensi:
  • Abbott, John (2005). Life of Napoleon Bonaparte. Kessinger Publishing. ISBN 1-4179-7063-4.
  • Archer, Christon I. (2002). World History of Warfare. University of Nebraska Press. ISBN 0-8032-4423-1.
  • Amini, Iradj (2000). Napoleon and Persia. Taylor & Francis. ISBN 0-934211-58-2.
  • Dwyer, Philip (2008). Napoleon: The Path to Power. Yale University Press

Rabu, 19 Februari 2020

Ulysses S. Grant

Ulysses S. Grant, Presiden Amerika Serikat ke-18, sekaligus
Komandan Federasi Amerika saat Perang Revolusi
Ulysses S. Grant terlahir Hiram Ulysses Grant (lahir di Point Pleasant, Ohio, 27 April 1822 – meninggal di Mount McGregor, New York, 23 Juli 1885 pada umur 63 tahun) adalah seorang jenderal Amerika dan Presiden Amerika Serikat (1869–1877) yang ke-18. Ia menjabat presiden selama dua masa jabatan berturut-turut antara tahun 1869 hingga 1877.
Ulysess Grant adalah pahlawan militer ketika ia terpilih menjadi presiden. Pada 1864, ia diangkat menjadi Jenderal tertinggi oleh Presiden Abraham Lincoln dalam Perang Saudara Amerika. Pada 1865 ia menerima penyerahan Jenderal Robert Lee, panglima negara-negara bagian selatan Amerika yang memberontak, yang menandakan berakhirnya Perang Saudara. Ia dianggap yang bisa memenangkan perang ini, sebagai panglima pasukan Federal yang mengalahkan pasukan Konfederasi.
Pada tahun 1869, kala Ulysses Grant terpilih menjadi presiden, rakyat Amerika mengharapkan berakhirnya kekacauan yang terus saja timbul sesudah Perang Saudara. Tetapi Presiden Ulysses Grant tidak memberi semangat ataupun perbaikan.
Ia memimpin pemerintahan seperti ia memimpin tentara, dan pada kenyataannya ia membawa sebagian dari anggota staf tentaranya ke Gedung Putih. Ia berasal dari partai Republik. Tampil sebagai wakil presiden dalam masa kepresidenannya adalah Schuyler Colfax dan Henry Wilson[6].
Sekalipun Uysses Grant sangat jujur sebagai manusia, tetapi sebagai presiden ia banyak menerima hadiah-hadiah berharga dari berbagai kalangan. Lebih-lebih lagi, ia tidak segan-segan terlihat bergaul dengan dua orang spekulan yang terkenal karena reputasi mereka bermain spekulasi dengan maksud menguasai pasar emas.
Ketika Presiden Uysses Grant menyadari rencana mereka, ia memberi kuasa kepada Menteri Keuangan untuk menjual emas negara guna menghancurkan rencana orang tadi. Namun spekulasi mereka telah mengakibatkan kerugian dalam dunia perniagaan.
Pada tahun 1872 dalam kampanyenya untuk pemilihan kembali, Presiden Ulysses Grant diserang oleh golongan liberal Partai Republik, yang bersama-sama dengan Partai Demokrat, mengajukan calon presiden mereka. Tapi Presiden Ulysses Grant berhasil dipilih kembali.

Referensi:

Selasa, 08 Oktober 2019

KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger)

Logo KNIL di tangannya
KNIL adalah singkatan dari bahasa Belanda; het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger, atau secara harafiah: Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Meskipun KNIL melayani pemerintahan Hindia Belanda, banyak di antara anggota-anggotanya yang adalah penduduk bumiputra di Hindia Belanda dan orang-orang Indo-Belanda, bukan orang-orang Belanda. Di antara mereka yang pernah menjadi anggota KNIL pada saat menjelang kemerdekaan adalah Mangkunegara VII, Sultan Hamid II, Oerip Soemohardjo, E. Kawilarang, A.H. Nasution, Gatot Soebroto, Didi Kartasasmita dan T.B. Simatupang yang kelak memegang peranan penting dalam pengembangan dan kepemimpinan di dalam angkatan bersenjata Indonesia.

Ketika berlangsung Perang Diponegoro, pada tahun 1826-1827 pemerintah Hindia Belanda membentuk satu pasukan khusus. Setelah Perang Diponegoro usai, pada 4 Desember 1830 Gubernur Jenderal van den Bosch mengeluarkan keputusan yang dinamakan "Algemeene Orders voor het Nederlandsch-Oost-Indische leger" di mana ditetapkan pembentukan suatu organisasi ketentaraan yang baru untuk Hindia Belanda, yaitu Oost-Indische Leger (Tentara India Timur) dan pada tahun 1836, atas saran dari Raja Willem I, tentara ini mendapat predikat "Koninklijk".

Namun dalam penggunaan sehari-hari, kata ini tidak pernah digunakan selama sekitar satu abad, dan baru tahun 1933, ketika Hendrik Colijn –yang juga pernah bertugas sebagai perwira di Oost-Indische Leger- menjadi Perdana Menteri, secara resmi tentara di India-Belanda dinamakan Koninklijk Nederlands-Indisch Leger, disingkat KNIL.

Undang-Undang Belanda tidak mengizinkan para wajib militer untuk ditempatkan di wilayah jajahan, sehingga tentara di Hindia Belanda hanya terdiri dari prajurit bayaran atau sewaan. Kebanyakan mereka berasal dari Prancis, Jerman, Belgia dan Swiss. Tidak sedikit dari mereka yang adalah desertir dari pasukan-pasukannya untuk menghindari hukuman. Namun juga tentara Belanda yang melanggar peraturan di Belanda diberikan pilihan, menjalani hukuman penjara atau bertugas di Hindia Belanda. Mereka mendapat gaji bulanan yang besar. Tahun 1870 misalnya, seorang serdadu menerima 300 Gulden atau setara dengan penghasilan seorang buruh selama satu tahun.
Tentara KNIL sedang berparade di depan anak kecil di lokasi yg tidak diketahui


Dari catatan tahun 1830, terlihat perbandingan jumlah perwira, bintara serta prajurit antara bangsa Eropa dan pribumi dalam dinas ketentaraan Belanda. Di tingkat perwira, jumlah pribumi hanya sekitar 5% dari seluruh perwira; sedangkan di tingkat bintara dan prajurit, jumlah orang pribumi lebih banyak daripada jumlah bintara dan prajurit orang Eropa, yaitu sekitar 60%. Kekuatan tentara Belanda tahun 1830, setelah selesai Perang Diponegoro adalah 603 perwira bangsa Eropa, 37 perwira pribumi, 5.699 bintara dan prajurit bangsa Eropa, 7.206 bintara dan prajurit pribumi.

Pada tahun 1923 pasca perang Aceh, kekuatan KNIL mencakup 1.260 perwira dan 32.000 prajurit dan bintara (6000 orang dari Eropa, 15.000 orang dari suku Jawa, 1.500 orang dari suku Sunda, 1.000 orang dari Timor, serta 8.500 orang dari suku Minahasa dan Ambon)

Pada tahun 1941 menjelang perang pasifik dan invasi Jepang, kekuatan KNIL mencakup 1.200 perwira dan 34.000 prajurit dan bintara (28.000 diantaranya adalah bumiputra dengan bagian terbesar adalah berasal dari suku Jawa)

Pasukan Belanda di Hindia Belanda sangat dilemahkan oleh kekalahan dan pendudukan Belanda itu sendiri, oleh Jerman Nazi, pada tahun 1940. Bantuan luar dari Belanda terhadap KNIL secara otomatis terputus, kecuali oleh satuan Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Pasukan KNIL, yang tergesa-gesa dan tidak memadai, berusaha untuk berubah menjadi kekuatan militer modern yang mampu melindungi Hindia Belanda dari invasi asing. Pada bulan Desember 1941, pasukan Belanda di Indonesia berjumlah sekitar 85.000 personel: pasukan reguler terdiri dari sekitar 1.000 perwira dan 34.000 tentara yang terdaftar, 28.000 orang di antaranya adalah pribumi. Sisanya terdiri dari milisi lokal, satuan penjaga teritorial dan pembantu sipil. Angkatan udara KNIL, Militaire Luchtvaart KNIL (Angkatan Udara Tentara Kerajaan Hindia Belanda (ML-KNIL))[1] berjumlah 389 pesawat dari semua jenis, tetapi sebagian besar dikalahkan oleh pesawat-pesawat Jepang yang lebih superior. Pasukan Udara Angkatan Laut Kerajaan, atau MLD, juga memiliki kekuatan yang cukup signifikan di Hindia Belanda.[2]

Selama kampanye Hindia Belanda yang berlangsung pada tahun 1941 hingga 1942, sebagian besar satuan KNIL dan pasukan Sekutu lainnya dikalahkan dengan cepat.[3] Sebagian besar tentara Eropa, yang dalam praktiknya mencakup semua pria Indo-Eropa bertubuh sehat, diasingkan oleh pihak Jepang sebagai tawanan perang. 25% tawanan perang tidak bertahan dalam masa pengasingan mereka.

Sejumlah tentara, yang kebanyakan terdiri dari anggota pribumi, melakukan perang gerilya melawan Jepang. Peristiwa ini biasanya tidak diketahui dan tanpa dibantu oleh Sekutu sampai akhir perang.

Pada awal 1942, beberapa anggota KNIL melarikan diri ke Australia. Beberapa anggota pribumi diasingkan di Australia karena dicurigai bersimpati dengan Jepang. Sisanya memulai proses pengelompokan ulang yang panjang. Pada akhir tahun 1942, sebuah usaha yang gagal untuk mendarat di Timor Leste, untuk memperkuat pasukan komando Australia yang melakukan perang gerilya, berakhir dengan hilangnya 60 personel Belanda.

Empat skuadron "Hindia Belanda" (skuadron RAAF-NEI) dibentuk dari personel ML-KNIL, di bawah naungan Angkatan Udara Kerajaan Australia, dengan staf lapangan Australia.

Pasukan infanteri KNIL (mirip dengan rekan-rekan mereka di Britania Raya), diperkuat oleh perekrutan yang dilakukan di antara kaum ekspatriat Belanda di seluruh dunia dan oleh pasukan kolonial dari tempat yang jauh seperti Hindia Barat Belanda. Selama tahun 1944 hingga 1945, beberapa satuan kecil terlibat aksi dalam kampanye Nugini dan kampanye Borneo.

Panglima KNIL (Tahun 1941 - 1942) Letnan Jenderal Hein Ter Poorten

  • Group Militer Bandung dibawah pimpinan Mayor Jenderal JJ. Pesman.
  • Komando Tinggi Sumatra dipimpin Mayor Jenderal R.T. Overraker.
  • Komando Teritorial Kalimantan Barat dipimpin oleh Letnan Kolonel D.P.F. Mars
  • Komando Teritorial Kalimantan Selatan dan Timur dipimpin oleh Letnan Kolonel H.T. Halkema
  • Komando Lokal Balikpapan dipimpin oleh Letnan Kolonel C. Van den Hoogenband
  • Komando Lokal Tarakan dipimpin oleh Letnan Kolonel S. De Waal
  • Komando Lokal Samarinda dipimpin Kapten G.A.C. Monteiro
  • Komando Teritorial Sulawesi dipimpin oleh Kolonel M. Vooren
  • Komando Teritorial Timor dipimpin oleh Letnan Kolonel W.E.C. Detiger.
  • Komando Teritorial Maluku dipimpin oleh Letnan Kolonel J.L.R. Kapitz
  • Dinas Penerbangan Militer KNIL Surabaya dipimpin oleh Letnan Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen.

Minggu, 08 September 2019

Zhang Heng, Ptolemeus dari Timur

Zhang Heng (78-139 Masehi) atau Chang Heng, adalah seorang ilmuwan Tiongkok dan negarawan dari Nanyang yang hidup selama dinasti Han. Dididik di ibu kota Luoyang dan Chang'an, ia meraih sukses sebagai astronom, matematikawan, seismolog, insinyur hidrolik, penemu, ahli geografi, kartografer, ahli etnografi, seniman, penyair, filsuf, politisi, dan sastrawan.

Zhang Heng memulai karirnya sebagai pegawai negeri di Nanyang. Lalu, menjadi Kepala Astronom, Kepala Jurusan untuk Pengangkutan Resmi, dan kemudian Petugas Istana di istana kekaisaran. Sikapnya yang tidak kompromi pada isu-isu historis dan kalender menyebabkan dia menjadi sosok yang kontroversial yang mencegahnya naik ke status Grand Historian. Persaingan politiknya dengan para kasim istana selama masa pemerintahan Kaisar Shun (memerintah 125–144) menyebabkan keputusannya untuk pensiun dari pengadilan pusat dan bekerja sebagai administrator Hejian di Hebei. Zhang kembali ke Nanyang untuk waktu yang singkat, sebelum dipanggil kembali untuk melayani di ibu kota sekali lagi pada tahun 138, hingga akhirnya meninggal pada 139.

Zhang menerapkan pengetahuannya tentang mekanika dan roda gigi di beberapa penemuannya. Dia menemukan bola armillary bertenaga air pertama di dunia untuk membantu pengamatan astronomi; meningkatkan aliran masuk pada jam air dengan menambahkan tangki lain; menemukan seismoskop pertama di dunia, yang membedakan arah gempa dari jarak 500 km; meningkatkan perhitungan bangsa China sebelumnya untuk pi. Selain mendokumentasikan sekitar 2.500 bintang dalam katalog bintangnya, Zhang juga mengemukakan teori tentang Bulan dan hubungannya dengan Matahari: khususnya, ia membahas kebulatan Bulan, luminositas, sifat tersembunyi dari sisi lainnya, juga sifat gerhana matahari dan bulan. Fu (rhapsody) dan puisi shi-nya terkenal pada masanya dan dipelajari dan dianalisis oleh para penulis Tiongkok kemudian. Zhang menerima banyak penghargaan anumerta untuk pendidikan dan kecerdikannya; beberapa cendekiawan modern telah membandingkan karyanya dalam astronomi dengan karya Ptolemeus (86–161 M).

Referensi
Needham, Joseph (1986). Science and Civilization in China: Volume 3, Mathematics and the Sciences of the Heavens and the Earth. Cambridge: Cambridge University Press. reprinted: Taipei: Caves Books, Ltd.
Needham, Joseph (1965). Science and Civilization in China: Volume 4, Part 1: Physics. Cambridge: Cambridge University Press.

Charlemagne, Bapak Bangsa Eropa

Charlemagne atau Charles the Great (April 742 - 28 Januari 814), dikenal sebagai Charles I, adalah raja bangsa Frankia dari 768, raja Lombardia dari 774, dan kaisar Romawi dari 800. Selama Abad Pertengahan Awal, ia menyatukan sebagian besar Eropa barat dan tengah. Dia adalah kaisar pertama yang diakui dari Eropa barat sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat tiga abad sebelumnya, dan kekaisarannya disebut Kekaisaran Carolingian.

Charlemagne adalah putra tertua dari Pepin the Short dan Bertrada dari Laon, lahir sebelum pernikahan kanonik mereka. Ia menjadi raja pada tahun 768 setelah kematian ayahnya, awalnya sebagai penguasa bersama saudara lelakinya Carloman I. Kematian misterius Carloman pada bulan Desember 771 menjadikan Charlemagne sebagai satu-satunya penguasa Kerajaan Frankia. Dia melanjutkan kebijakan ayahnya terhadap kepausan dan menjadi pelindungnya, menyingkirkan bangsa Lombard dari kekuasaan di Italia utara dan memimpin serangan ke Spanyol Muslim. Dia berkampanye melawan Saxon di timurnya, mengkristenisasi mereka dengan ancaman hukuman mati. Ia mencapai puncak kekuasaannya di tahun 800 ketika dinobatkan sebagai "Kaisar Romawi" oleh Paus Leo III pada Hari Natal di Basilika St. Peter's di Roma.

Charlemagne dikenal sebagai "Bapak Bangsa Eropa" (Pater Europae), karena ia menyatukan sebagian besar Eropa Barat untuk pertama kalinya sejak era klasik Kekaisaran Romawi dan menyatukan daerah Eropa yang belum pernah di bawah Frankia atau Romawi. Pemerintahannya memicu "Renaissance Carolingian" di Eropa Barat. Kaisar Kekaisaran Romawi Suci menganggap diri mereka penerus Charlemagne, seperti halnya raja Prancis dan Jerman. Namun, Gereja Ortodoks Timur memandang Charlemagne secara kontroversial, salah satunya atas pengakuan Paus terhadapnya sebagai Kaisar Romawi yang sah, bukan Irene of Athena dari Kekaisaran Bizantium. Intrik-intrik ini dan sejumlah faktor lainnya menyebabkan perpecahan antara Roma dan Konstantinopel di The Great Schism 1054.

Charlemagne wafat pada tahun 814, setelah memerintah sebagai kaisar selama hampir 14 tahun dan sebagai raja selama hampir 46 tahun. Dia dimakamkan di ibukota kekaisarannya, Aachen, menikah setidaknya empat kali dan memiliki tiga putra sah, tetapi hanya putranya Louis the Pious yang selamat untuk menggantikannya.

Referensi:
Wilson, Derek (2014). Charlemagne: Barbarian and Emperor. Random House. p. 8. ISBN 978-1448103256.
Wells, John (3 April 2008). Longman Pronunciation Dictionary (3rd ed.). Pearson Longman. ISBN 978-1-4058-8118-0.

Minggu, 18 Agustus 2019

Presiden Salvador Allende

Presiden Salvador Allende
Sources: Wikipedia
Salvador Guillermo Allende Gossens (lahir 26 Juli 1908 – meninggal 11 September 1973 pada umur 65 tahun) adalah Presiden Chili yang menjabat sejak November 1970 hingga 11 September 1973, ketika ia meninggal dalam kudeta yang dipimpin oleh jenderal Augusto Pinochet melawannya. Allende menjadi presiden berlatar belakang marxis pertama yang terpilih secara demokratis dalam pemilu.

Allende meniti karier di Chili dalam pemerintahan sekitar empat tahun lamanya. Sebagai seorang politikus Partai Sosialis, ia pernah tampil sebagai senator, wakil, menteri kabinet, dan menjadi presiden setelah memenangi pemilihan presiden pada tahun 1970. Setelah Allende meraih kemenangan dengan suara penuh, Amerika Serikat mencoba menggusurnya dari jabatannya. Memang, ia pernah mencalonkan diri sebagai presiden untuk tiga kali; yaitu 1952, 1958, dan 1964.

Banyak perubahan dan kebijakan yang ia lakukan dipengaruhi oleh paham yang ia bawa. Ia menciptakan perawatan kesehatan untuk semua orang, meningkatkan mutu pendidikan, dan memperkuat kontrol terhadap ekonomi negara.

Dalam tahun pertama jabatannya, pemerintahan Allende telah menasionalisasikan sebagian besar industri bank dan sumber daya alam di Chili. Dalam rangka revolusi agraria, ia telah membuat pemerintah Chili mengambilailh 2.4 juta hektar lahan dan menurunkan angka pengangguran, dari 8.4% menjadi 4,8%.

Proses nasionalisasi yang menimpa perusahaan milik Amerika Serikat telah memperburuk hubungan antara AS dan Chile. Di waktu yang sama, CIA menyusupi dan membantu organisasi dan media oposisi sehingga menyebabkan ketidakstabilan politik.

Ia meninggal dunia dalam sebuah kudeta militer yang dipimpin oleh Augusto Pinochet pada 11 September 1973. Sebab kematiannya banyak dipertentangkan banyak orang; versi resmi yang dikeluarkan pemerintah junta militer pimpinan Augusto Pinochet menyebut bahwa ia bunuh diri dengan senjata api, tetapi ada pula yang menyebut bahwa ia dibunuh pasukan pimpinan Pinochet. Sebelum kematiannya, Allende sempat menyiarkan sebuah pidato.


Augusto Pinochet

Source : Wikipedia


Augusto José Ramón Pinochet Ugarte (lahir 25 November 1915 – meninggal 10 Desember 2006 pada umur 91 tahun) adalah seorang jenderalpolitikus dan diktator asal Chili yang berkuasa antara tahun 1973 hingga 1990, ia tetap menjadi Panglima Tertinggi Angkatan Darat Chili sampai tahun 1998 dan juga bertindak sebagai Presiden Pemerintahan Junta Chili antara tahun 1973 sampai 1981.
Pinochet mengambil alih kekuasaan di Chili setelah melakukan kudeta yang didukung Amerika Serikat pada 11 September 1973 untuk menggulingkan dan mengakhiri pemerintahan sipil Presiden Salvador Allende yang berasal dari aliansi politik berhaluan sosialis, Unidad Popular yang terpilih secara demokratis. Beberapa akademisi, termasuk Peter WinnPeter Kornbluh dan Tim Weiner menyatakan bahwa dukungan Amerika Serikat sangat penting terhadap kudeta tersebut dan konsolidasi kekuasaan sesudahnya. Pinochet dipromosikan menjadi Panglima Tertinggi Angkatan Darat oleh Allende pada 23 Agustus 1973, setelah sebelumnya menjadi Kepala Staf Umum sejak awal tahun 1972. Pada bulan Desember 1974, junta militer yang berkuasa mengangkat Pinochet sebagai Pemimpin Tertinggi di negara tersebut melalui dekret bersama, meskipun tanpa dukungan dari salah satu penggerak kudeta, yakni Jenderal Angkatan Udara Gustavo Leigh. Setelah naik ke tampuk kekuasaan, Pinochet menyiksa kaum kiri, sosialis, dan kritikus politik, yang mengakibatkan eksekusi terhadap sekitar 1200 hingga 3200 orang, menahan setidaknya 80.000 orang dan menyiksa puluhan ribu orang lainnya. Menurut pemerintah Chili, jumlah orang yang dieksekusi dan hilang secara paksa adalah 3095 orang.
Di bawah pengaruh "Chicago Boys" yang berorientasi pasar bebas dan neoliberal, pemerintah militer Pinochet menerapkan liberalisasi ekonomi, termasuk melakukan stabilisasi mata uang, menghapus perlindungan tarif untuk industri lokal, melarang serikat pekerja dan privatisasi jaminan sosial dan ratusan perusahaan milik negara. Kebijakan-kebijakan ini menghasilkan apa yang disebut sebagai "Keajaiban Chili" oleh ekonom pemenang hadiah Nobel, Milton Friedman, tetapi para kritikus menyatakan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut menjadi penyebab meningkatnya kesenjangan ekonomi secara dramatis dan memberi pengaruh yang menghancurkan pada krisis moneter 1982 di Chili. Kekayaan pribadi Pinochet tumbuh pesat selama masa kekuasaannya melalui puluhan rekening bank yang disimpan secara rahasia di luar negeri dan kekayaan dalam bentuk real estate. Ia kemudian dituntut atas penggelapan, penipuan pajak dan untuk komisi yang mungkin dikenakan pada kesepakatan pembelian senjata.
Berlangsungnya masa kekuasaan Pinochet selama 17 tahun dijamin setelah dilakukan sebuah plebisit yang kontroversial pada tahun 1980, yang menyetujui sebuah konstitusi baru yang disusun oleh komisi yang ditunjuk oleh pemerintah. Dalam sebuah plebisit tahun 1988, 56% suara menentang Pinochet untuk melanjutkan jabatannya sebagai Presiden, akibatnya sebuah pemilihan umum yang demokratis digelar untuk memilih presiden dan anggota kongres. Setelah mengundurkan diri pada tahun 1990, Pinochet terus menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat Chili sampai 10 Maret 1998, ketika pensiun ia menjadi senator seumur hidup sesuai dengan Konstitusi tahun 1980. Namun, Pinochet ditangkap di bawah surat perintah penangkapan internasional ketika ia sedang melakukan kunjungan ke London pada 10 Oktober 1998. Ia ditangkap karena berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang telah ia lakukan. Setelah melewati proses hukum, ia dibebaskan dengan alasan kesehatan yang buruk dan kembali ke Chili pada tanggal 3 Maret 2000. Pada tahun 2004, Hakim Chili Juan Guzmán Tapia memutuskan bahwa Pinochet secara medis sehat untuk dapat diadili dan menempatkannya di bawah tahanan rumah. Pada saat kematiannya pada 10 Desember 2006, sekitar 300 tuduhan kriminal terhadap dirinya masih tertunda untuk diproses, seperti tuduhan pelanggaran hak asasi manusia selama 17 tahun masa pemerintahannya, penghindaran pajak dan penggelapan selama dan setelah pemerintahannya. Ia juga dituduh telah mengumpulkan setidaknya USD 28 juta. Meskipun ada dakwaan dan 300 tuduhan, ia hanya menjalani hukuman tahanan rumah.